Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || 21 April 2014 Merupakan Hari Kartini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.||

Pelajar SMA Ubah Mahkota Dewa Jadi Salep Obat Scabies

13 Oct 2012 // 08:50 // PENDIDIKAN

DENPASAR, BALI (suarakawan.com) – Dua pelajar SMA Negeri 3 Denpasar yaitu Gusti Ayu Indah Lestari dan Ni Made Erika Suciari, berhasil membuat salep dari buah mahkota dewa dan pegagan untuk obat penyakit scabies (gudik).

Kedua pelajar SMU Negeri 3 Denpasar tersebut berinisiatif membuat obat penyakit scabies atau penyakit kulit menular yang disebabkan oleh sejenis kutu setelah sebelumnya melihat banyaknya hewan peliharaan mengalami scabies.

Setelah melakukan penelitian selama 11 bulan sejak November 2011, kedua pelajar tersebut menemukan adanya kandungan zat asiaticoside dan asiatic acid pada pegagan yang secara umum berfungsi untuk memperbaiki kerusakan sel. Sedangkan pada mahkota dewa terdapat polyfenol dan saponin yang berfungsi sebagai anti-bakteri dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Gusti Ayu Indah Lestari dalam keteranganya kepada VOA di Denpasar Bali pada Sabtu siang mengungkapkan dari hasil uji coba obat pada marmot menunjukkan salep yang terbuat dari pegagan dan mahkota dewa mampu menyebuhkan scabies dalam waktu dua minggu

“Dalam penelitian kami itu bisa sembuh dalam waktu dua minggu, karena kami baru cobanya ke marmot, mencari marmot yang terkena scabiesnya itu susah sekali, dalam waktu tujuh bulan, H-2 bulan baru mendapatkan sampel,” kata Gusti Ayu Indah Lestari

Gusti Ayu Indah Lestari mengaku saat ini tengah melakukan uji coba obat pada hewan lainnya seperti anjing, dan kucing. Selain itu uji coba obat juga akan dilakukan pada manusia yang mengalami scabies.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 3 Denpasar Drs. Ketut Arya Putra menyatakan minat siswa di SMA 3 Denpasar untuk melakukan penelitian cukup tinggi.

“Kita jujur saja karena memang karena biaya itu cukup tinggi, kadang karena lomba begitu banyak, sedangkan dana yang kami sediakan minus, jadi kendalannya di pendanaan, tetapi kami tetap memberikan kesempatan kepada siswa,” kata Drs. Ketut Arya Putra.

Arya Putra menambahkan selama ini sekolah terbantu dengan adanya bantuan pendanaan dari orang tua siswa. Apalagi selama ini sekolah belum pernah mendapatkan bantuan pendanaan dari pihak sponsor. (voa/era/jto)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda