Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || 21 April 2014 Merupakan Hari Kartini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.||

Karate

Pertandingan Cabor Karate Berlangsung Ricuh

13 Sep 2012 // 11:40 // OLAHRAGA, PON RIAU

RIAU (suarakawan.com) – PON XVIII/2012 terus diwarnai kericuhan. Setelah sepakbola, kericuhan juga terjadi di pertandingan karate yang berlangsung di GOR Tribuana, Riau, Kamis (13/09).

Kericuhan terjadi dalam pertandingan perempat final kelas 55 kg putra. Saat itu, dua karateka Jawa Tengah (Jateng) Imam Tauhid Raga Nanda bertarung lawan Tebing (DKI Jakarta). Pertarungan berakhir dan dimenangi Tebing 4-2.

Tanpa diduga, tiba-tiba pelatih karate Jateng, Munginsdi mengamuk. Dia mengambil kursi dan melemparkannya ke arena pertandingan. Belum puas. Munginsidi mengejar, mendorong dan mengamuk wasit dan juri pertandingan.

Situasi ini memancing emosi kontingen Jateng yang ikut-ikutan masuk lapangan. Sementara itu, atlet dan penonton yang berada di tribun berteriak-teriak dan ada yang melempar botol air minum kemasan.

“Wasit tidak fair, keputusannya tidak adil,” kata Munginsidi emosi.

Tindakan memalukan kontingen Jateng, memicu kemarahan atlet dan pendukung DKI Jakarta. Mereka meneriaki kubu Jateng dengan kata-kata kotor. “Kampungan, kampungan,” teriaknya.

Tak ingin kericuan meluas, polisi dan pihak kemanan turun ke lapangan. Ofisial tim lain juga membantu untuk melerai aksi ricuh ini. Situasi akhirnya bisa dikendalikan, kendati pertandingan lainnya sempat terhenti.

“Seharusnya wasit mengambil keputusan secara jujur dan fair. Agar atlet dan kontingan tidak merasa dirugikan. Biarkan yang terbaik jadi pemenang dan juara,” timpal Amin Siahaan, anggota kontingen karate Jateng lainnya. (Bng/jto)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda