Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2014 Bukan Hanya Dikenang & Diperingati Apalagi Memporakporandakan melainkan Seluruh Warga Negara Indonesia Dapat Menjalankan Perjuangannya Secara Benar Nilai-Nilai Pancasila & Semua Kita Adalah Bersaudara ||

Polisi Dalami Kasus Tersangka Bandar Narkoba DD

23 Aug 2012 // 19:53 // HEADLINE, HUKUM & KRIMINALITAS, KRIMINALITAS

KEDIRI (suarakawan.com) – Setelah terjadi kesepakatan damai, pihak kepolisian Polres Kediri, kini fokus melakukan pendalaman penyelidikan terhadap terhadap tersangka DD pemilik 1000 butir obat keras jenis daftar g artane. DD ditangkap lebih dulu bersama tiga orang temanya.

Pemuda berusia 34 tahun warga Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri itu, ditenggarai diduga sengaja membohongi petugas, dengan menunjukan alamat palsu bandar narkoba pemasoknya sehingga terjadi peristiwa salah tangkap saat itu. Kapolres Kediri AKBP Kasero Menggolo saat dikonfirmasi, membenarkan hal ini. Menurutnya, saat ini dirinya sudah memerintahkan anggota penyidik Sat Reskoba untuk mengintrogerasi kembali tersangka DD.

Dari hasil introgerasi tambahan itu, nantinya diketahui adanya unsur kesengajaan atau memang bersangkutan tidak tahu.

“Kita masih introgerasi yang bersangkutan. Semuanya masih proses,”  katanya.

Lebih lanjut AKP Kasero bersikukuh bahwa prosedur penangkapan yang dilakukan oleh anggotanya, sudah sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, 5 anggota Sat Reskoba Polres Kediri, pada perayaan hari Raya Idul Fitri, melakukan penggerebekan rumah seorang warga bernama Mintoro di Desa Bangsri Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.

Dalam penangkapan itu, oknum polisi yang berjumlah 5 orang, beberapa diantaranya sempat merusak pintu rumah Mintoro dan menganiayanya hingga gigi bersangkutan tanggal. Tidak hanya itu, para oknum aparat yang seharusnya menjadi pengayom masayarakat ini, sempat menodongkan pistol ke kepala Mintoro dan istrinya memaksa agar mengakui perbuatanya dan menunjukan barang bukti.

Namun setelah dilakukan penggerebekan, ternyata kelima polisi tadi salah saran. Warga yang mendapat inforamsi mengenai kejadian ini , langsung menangkap kelima oknum  dan menyandaranya. Warga memaksa kelima  oknum tersebut  melakukan pernyataan minta maaf langsung  di hadapan khalayak banyak.

Diketahui ternyata dalam penangkapan itu, sebenarnya anggota Sat Reskoba hendak membekuk bandar narkoba bernama Heru, yang tidak lain adalah tetangga korban salah sasaran yang rumahnya terpaut jarak 50 meter.

Penangkapan ini dilakukan setelah polisi mendapat keterangan 4 tersangka narkoba yang tertangkap terlebih dahulu dan mengamankan barang bukti 47 ribu pil doubel L. (pen/era/jto)

Keterangan foto : Mintoro Korban salah tangkap polisi dan juga korban penganiayaan polisi. (pen)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda