Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Lebaran 2012, Pengunjung Wisata Kakek Bodo Turun

22 Aug 2012 // 11:38 // GAYA HIDUP, HOBI & PARIWISATA

PASURUAN (suarakawan.com) – Tempat wisata biasanya selalu ramai dikunjungi masyarakat di Hari Raya Idhul Fitri atau hari besar nasional lainnya. Apalagi, tempat wisata itu berada di daerah pegunungan yang memiliki pemandangan indah dan mempesona.

Kakek Bodo, termasuk diantara tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Selain lokasinya berada di lereng Gunung Welirang, Kakek Bodo terdapat wahana air terjun alami yang indah, makam Kakek Bodo dan kolam renang.

Namun, diluar dugaan tempat wisata alam itu sepi pengunjung. Selama dua hari libur Idhul Fitri (19-20 Agustus), jumlah pengunjung mengalami penurunan cukup drastis. “Lebaran tahun ini tak seramai tahun lalu,” kata salah satu petugas di pintu masuk Kakek Bodo.

Salah satu penyebab menurunnya jumlah pengunjung adalah mahalnya tiket masuk Kakek Bodo. Lebaran tahun ini, pihak manajemen memberlakukan aturan baru untuk tiket masuk sebesar Rp 12.500/orang. Itu berarti ada kenaikan 50 persen dibanding tarif hari biasa Rp 8.000/orang.

Kenaikan tarif ini cukup memberatkan masyarakat. Perlu diingat pengunjung Kakek Bodo rata-rata masyarakat menengah ke bawah. Masyarakat yang tingkat ekonominya rendah akan enggan mengeluarkan koceknya untuk berwisata ke Kakek Bodo.

Mereka lebih suka berkunjung ke tempat wisata lain yang tarifnya lebih murah, tapi memiliki wahana hiburan yang cukup menarik. Sementara di Kakek Bodo, wahana hiburannya tidak ada yang baru. Wahana hiburan yang ditonjolkan Kakek Bodo hanya berupa air terjun belaka.

Minimnya pengunjung otomatis berdampak pada wahana hiburan Kakek Bodo lain yang memberlakukan tiket tanda masuk. Seperti kolam renang. Wahana hiburan air untuk anak-anak dan dewasa ini sepi pengunjung.

Padahal, pihak pengelola kolam renang tidak menaikkan harga tiket. Tarif masuk ke area kolam renang tetap seperti hari biasa sebesar Rp 5.000. “Kemarin saja jumlah pengunjungnya sekitar 40 orang. Orang malas datang ke Kakek Bodo karena mungkin tiketnya mahal,” tutur petugas tiket kolam renang Kakek Bodo.

Kondisi ini sudah tentu harus dipikirkan oleh pihak pengelola Kakek Bodo, khususnya Dinas Pariwisata Pemkab Pasuruan. Wahana hiburan yang minim, akan sulit mendatangkan pengunjung jika tarifnya mahal. Harus ada terobosan-terobosan baru yang dapat membuat masyarakat tertarik untuk mengunjungi Kakek Bodo. (Bng/jto)

Keterangan foto: Air terjun menjadi rujukan pengunjung yang datang ke Kakek Bodo. (Bng)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda