Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Kasus Ijazah palsu Edy Rumpoko

Surat Keterangan Edy Rumpoko Telah Dicabut Sejak 2010, DKN dan NIS Juga Tak Diketemukan Di Taman Siswa

26 Jul 2012 // 20:57 // HEADLINE, POLITIK, POLITIK & PEMERINTAHAN

SURABAYA (suarakawan.com) – Ternyata dokumen kumulatif nilai (DKN) dan nomor induk siswa (NIS) milik Edy Rumpoko tak ditemukan di SMP Taman Siswa Surabaya.

Hal ini ditegaskan oleh Ki Abdullah, Kepala SMP Taman Siswa saat dihubungi suarakawan.com, sesaat lalu, Kamis (26/07) malam.

Dikatakan Ki Abdullah, pihak sekolah akan berusaha mencari terus DKN dan NIS tersebut. DKN berisi tentang nama siswa, tempat kelahiran, tahun kelulusan. Sedangkan NIS menunjukkan nomor siswa pada saat sekolah.

“Kita masih berusaha menemukan DKN dan NIS sebagai bukti untuk kami bahwa beliau pernah sekolah disini,” terangnya.

Bagaimana dengan surat keterangan dari SMP Taman Siswa yang diberikan kepada Eddy tahun 2007 lalu? Ki Abdullah mengatakan surat keterangan itu sudah dicabut.

Abdullah juga menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Dinas Pendidikan menyatakan surat Pak Eddy sudah tidak berlaku karena sudah dicabut (sekitar tahun 2010).

Belum diketemukannya DKN dan NIS milik Eddy ini membuat pihak sekolah belum berani memastikan apakah Eddy pernah sekolah di sana atau tidak. Sebab, mereka harus mencari arsip data itu tahun 1970-an, begitu juga dengan DKN, dimana pada saat itu jumlah kelas A sampai G.

Dan hal tersebut sangat ganjil jika pihak Kejati Jatim memberikan petunjuk agar Polda Jatim memberikan SP3 atas kasus dugaan ijazah palsu. Tak hanya itu Edi Rumpoko juga maju dalam pilkada Kota Batu.

Seperti diketahui, pada Rabu (25/07), KPUD Batu mengklarifikasi surat keterangan milik Eddy yang digunakan untuk mendaftar ke KPUD pada 19 Juni lalu. Jika surat itu dianggap bukan setingkat dengan pengganti ijazah, maka Eddy bakal tidak memenuhi syarat pencalonan.(jto)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda