Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Didesak Publik, Akhirnya SMK Mahardika Keluarkan Ijazah Milik Muridnya

18 Jul 2012 // 18:05 // PENDIDIKAN

SURABAYA (suarakawan.com) – Setelah diberitakan di media massa, akhirnya pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mahardhika menggratiskan tunggakkan 3 siswanya yang belum terbayar. Ketiga siswa tersebut Rizky Maulidiyah, Dea Intan Juniartha dan Dita Eriyanti.

Didampingi “Komunitas Tolong Menolong” (KTM), dua dari siswa tak mampu tersebut datang ke sekolahan mereka yang berlokasi di Baratajaya, Rabu (18/07) sekitar pukul 10.30 WIB. Dengan mengenakan pakaian bebas, kedua siswa yang mengambil bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi ini langsung ditemui Kepala Sekolah Drs. Rachmad Wibowo dan Wakil Kepala Sekolah bagian kurikulum Muhdi Khoirudin, MPd.

Awalnya, Dea dan Dita sempat menemui kasir sekolah, tapi “ditolak” dengan alasan disuruh terlebih dahulu menghadap kepala sekolah.

“Padahal, kami sudah membawa uang untuk membayar tunggakkan Dea dan Dita,” kata Daniel Lukas Rorong, koordinator KTM.

Namun, setelah menemui kepsek dan berdiskusi tentang permasalahan yang sebenarnya, akhirnya menemui titik temu. Pihak sekolah membebaskan tunggakkan dari kedua siswa tak mampu tersebut. Dan mereka dapat membawa pulang ijazahnya tanpa dibebani biaya apapun juga alias gratis.

“Dengan syarat, mereka membawa kartu keluarga miskin (gakin) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),” kata Rachmad.

Dita yang datang bersama Eriawanto ayahnya, kebetulan membawa persyaratan yang diperlukan.

Suasana haru terlihat ketika sang kepsek menyerahkan langsung ijazah yang mereka idam-idamkan. Bahkan Dea dan Dita saling berpelukan sambil menangis saat ijazah sudah ada ditangan.

Keharuan tak berhenti sampai disitu. Dea dan Dita berlinang air mata saat menerima donasi dari KTM yang diserahkan langsung oleh Daniel Lukas Rorong selaku koordinator.

Dijelaskan Daniel, donasi tersebut merupakan hasil sumbangan dari banyak orang.

Sementara Kepala Sekolah SMK Mahardhika Drs. Rachmad Wibowo berjanji akan membenahi sistem manajemen internalnya agar komunikasi pihak sekolah dengan murid dan wali murid bisa terjalin.

Sebabn sebenarnya, pihak sekolah tidak bermaksud menahan ijazah siswa didik. “Dan jujur, bukan hanya sekali ini pihak kami membebaskan tunggakkan siswa yang tidak mampu,” aku Rachmad yang sudah puluhan tahun mengabdi di sekolahan yang berlokasi di kawasan Baratajaya ini.

Dea sendiri, setelah menerima ijazah, berusaha akan mencari dan melamar pekerjaan.

“Untuk sementara, saya akan berusaha mendapatkan pekerjaan apapun. Entah itu jadi Sales Promotion Girl (SPG) konter atau apa saja deh. Untuk cari pengalaman dulu. Mudah-mudahan, sebelum Idul Fitri, saya sudah bekerja,” harap gadis kelahiran Surabaya, 9 Juni 1994 ini.

Sementara itu, Dita sendiri sudah bekerja sejak 1 Juli lalu menjadi SPG konter di salah satu Departement Store di Surabaya.

“Meski tidak nyambung dengan pendidikan yang saya jalani di bidang multimedia, tapi paling tidak, saya tetap akan berusaha mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan keahlian yang saya miliki,” ujar gadis kelahiran Malang, 25 Maret 1994 ini. (Bs/jto)

 

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda