Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Terancam Di Drop Out

Murid Kurang Ajar, Lempar Kursi Gurunya

01 Jun 2012 // 07:25 // HUKUM & KRIMINALITAS, KRIMINALITAS

SURABAYA (suarakawan.com) - Seorang murid seharusnya menghormati gurunya. Tetapi tidak bagi Andi (16), pelajar kelas satu SMU UNTAG beralamat di Jl. Semolowaru. Malahan warga Jl. Raya Gayungsari tersebut nekat melempar gurunya menggunakan kursi terhadap Wardoyo Setyono Aji, SH, (51), guru Bahasa Inggris dan pengawas ujian hingga mengalami memar, Kamis (31/5).

Karena ketakutan dan kesakitan maka Wardoyo menghindar dan merasa tidak terima dengan perlakuan muridnya yang tak bermoral itu, kemudian korban yang tinggal di Jl. Darmo Permai Selatan Gg. IV itu, melaporkannya ke Polsek Sukolilo.

Penganiayaan terjadi sekitar pukul 09.15 di lantai IV, ruang 407. Waktu itu, semua murid termasuk Tria Ardi dan Toni teman sebangkunya sedang melaksanakan ujian kenaikan kelas dengan mata pelajaran Geografi yang kebetulan yang menjadi pengawas adalah korban.

Berselang satu jam kemudian, waktu ujian telah habus dan korban memerintahkan para murid mengumpulkan soal-soal ujian di meja guru pengawas. Kebetulan Toni dan Tri Andi ternyata belum menyelesaikan jawaban soal ulangan sehingga Wardoyo mengampiri mereka berdua.

Lantaran tidak digubris, Wardoyo kemudian menegurnya. “Kalau tidak mampu mengerjakan soal ulangan, tidak usah dikerjakan, kumpulkan saja,” ungkap Tri Andi, menirukan ucapan Wardoyo waktu itu.

Ternyata teguran tersebut membuat Tri Ardi jengkel sehingga dengan terpaksa mengumpulkan soal ujian yang belum diselesaikannya itu. Setelah itu, Tri Adri keluar ruangan menuju toilet, setelah selesai dirinya kembali ke ruang kelasnya.

Namun saat Tri Ardi akan kembali ke tempat duduknya dirinya kembali ditegur oleh Wardoyo, dikarenakan ke kamar mandi tidak izin guru pengawas terlebih dahulu. Tri pun akhirnya tidak bisa menahan emosinya lalu dengan spontan mengambil kursi kayu yang berada didepanya lalu dilemparkan tepat di muka Wardoyo.

Oleh Wardoyo kursi yang melayang ke wajahnya berhasil ditangkis menggunakan kedua tangannya, tetapi kursi yang dilemparkan terlalu berat menyebabkan lengan tangan kiri Wardoyo mengalami memar dan merasa ketakutan selanjutnya memilih melaporkan muridnya itu ke kantor polisi.

“Sebelum ujian berlangsung, saya sudah menyampaikan kepada siswa-siswi hal yang menjadi prosedur pengawas, dan dari siswa itu selalu membangkang bila diberikan masukan tentang pelajaran sekolah”, aku Wardoyo.

Sementara Kanitreskrim Polsek Sukolilo, AKP Choirul Anwar mengungkapkan pihaknya setelah mendapatkan laporan dari korban, langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penangkapan terhadap Tri di sekolahnya.

“Hasil visum dokter mengatakan bahwa dari luka yang diderita korban merupakan luka ringgan, tidak ada indikasi patah tulang ataupun keretakan pada tulang”, ungkapnya. (sk/jto)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda