Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Tuna Wicara pun Semangat Belajar Menulis dan Membaca Al-Qur’an

10 May 2012 // 22:58 // KERAGAMAN, RELIGI ISLAMI

SURABAYA (suarakawan.com) - Keterbatasan tidak bisa menghalangi niat setiap orang untuk berhasil mencapai tujuannya. Sekitar 1.200 anak tuna wicara (tidak bisa berbicara) bersama-sama belajar menulis dan membaca Al-Quran di Masjid Al-Akbar Surabaya, Kamis (10/05).

“Semua anak dan umat muslim di dunia ini harus bisa menulis dan membaca Al-Quran. Karena itulah saat ini semuanya belajar dan bersama-sama menulis huruf Al-Quran,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama KH. Mutawaqqil Alallah ketika ditemui di sela memantau anak-anak tuna wicara menulis.

Menurut KH. Mutawaqqil Alallah kegiatan ini merupakan ide kreatif yang dibuat untuk memfasilitasi anak-anak tuna wicara untuk belajar menulis dan membaca Al-Quran. Semua manusia diberi kelebihan oleh Allah SWT, tak terkecuali umatnya yang menderita cacat. Karena itu, KH Mutawaqqil melakukan diskusi bagaimana cara memfasilitasi penderita cacat agar tetap bisa menulis dan membaca huruf arab, khususnya Al-Quran.

“Saya yakin di sekolah atau tempatnya belajar, guru sudah menyampaikan dan mengajarkannya. Kasihan mereka kalau kita hanya diam saja. Padahal keistimewaan anak cacat belum tentu dimiliki oleh manusia normal,” ucap Mutawaqqil.

Ketua Panitia acara Ahmad Ahid Sufiyaji mengatakan kegiatan ini digelar PW NU Jatim dalam rangka Hari Pendidikan Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun ke-89 NU.

“Kegiatan ini bertajuk ‘Khotmil Quran Bil Qolam’ yang berarti khatam Al-Quran dengan menulis. Sesuai hadist Rosulullah SAW, orang menulis Al-Quran maka derajatnya sama dengan yang membaca. Inilah sebagai bentuk kepedulian kami bagi mereka yang diciptakan dengan tidak bisa berbicara,” tutur dia.

Staf Ahli DPD RI tersebut juga mengatakan, nantinya hasil tulisan para tuna wicara ini akan digabungkan dan dijadikan satu kumpulan menjadi sebuah Al-Quran.

“Mereka menulis per lembar bolak-balik huruf yang ada di dalam Al-Quran. Nantinya disatukan dan dibuat menjadi kitab. Selanjutnya akan dipamerkan di museum Nahdlatul Ulama,” kata pria yang pernah menjabat anggota DPRD Jatim tersebut.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf berharap kegiatan semacam ini tidak hanya sekali saja dilakukan, namun berkesinambungan dengan para penyandang cacat lainnya.

“Kegiatan ini sangat layak diapresiasi dan jangan hanya berhenti sampai disini. Semua manusia ciptaan Allah SWT sangat ingin membaca Al-Quran,” tukas pejabat yang akrab disapa Gus Ipul itu. (era)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda