Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September 2014 Awal Tonggak Sejarah Informasi yang Cepat & Kawah Candra Dimuka Pentingnya Informasi & Berita Secara Terus Menerus yang Sangat Berarti Buat Rakyat & Negara Indonesia dalam Membangun Ilmu Pengetahuan, Wawasan serta Kecerdasan Bangsa." ||

BNPB Siapkan Dana On Call Rp 4,5 T Untuk Penanggulangan Bencana

02 Mar 2012 // 18:51 // POLITIK & PEMERINTAHAN, PROVINSI

SURABAYA (suarakawan.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan anggaran Rp 4,5 Triliun untuk penanggulangan bencana di Indonesia. Dana yang bersumber dari APBN ini akan mengcover kebutuhan mendadak dalam penanggulangan bencana di tanah air.

“Dengan dana On Call ini kita berupaya mencegah terjadinya bencana. Salah satunya melakukan deteksi dini sebelum bencana itu terjadi,” kata Kepala BNPB, Syamsul Maarif kepada wartawan usai Rakorda dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Jumat (02/03).

Dana sebesar itu, menurutnya, terbilang cukup tidak cukup. Alasannya, wilayah seluruh Indonesia yang sangat luas. Dia mengambil contoh Jawa Timur yang hanya memiliki anggaran Rp 19 miliar untuk menanggulangi bencana alam. Padahal, tahu lalu Jatim mendapat dana on call sebesar Rp 190 miliar.

“Idealnya, untuk propinsi Jatim mendapat dana On Call sebesar Rp 250 Millar. Jumlah itu tentunya diperhitungkan dengan kondisi Jawa Timur yang memang rawan bencana. Sedangkan bencana sendiri tidak harus dari Banjir, tanah longsor atau Gunung Meletus. Justru ada bencana sosial yang lebih harus diperhatikan,” ujarnya.

Melihat pengalaman yang lalu, lanjutnya, masalah anggaran bisa cepat tersalurkan. Sehingga, BNBP dengan cepat menangani masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Namun, dia berharap banyaknya dana itu sebaiknya didampingi oleh BPKP agar tidak terjadi penyimpangan selama pengucuran dana tersebut.

Hal itu dikarenakan proyek pembangunan yang menggunakan dana On Call ini bersifat darurat karena berhubungan dengan bencana. Mekanismenya tidak sama dengan pengadaan barang dan jasa pada umumnya. “Selain PU, kita menggandeng juga beberapa kelompok masyarakat untuk Rehab dan Rekontruksi rumah korban bencana,” jelasnya.

Pihaknya juga memahami jika masyarakat masih kurang puas dengan kinerja BNPB dan BPBD. Maklum, BNPB dan BPBD sering terlambat dalam mengantisipasi datangnya bencana. Namun, sekarang ini kinerja BNPB dan BPBD sudah mulai menunjukkan ada kemajuan.

“Klien kami ini masyarakat. Kalau masyarakat tidak puas dengan kinerja BNPB dan BPBD, maka harus diperbaiki kinerjanya. Seperti Gunung Ijen kemarin. Begitu dapat informasi situasi Gunung Ijen Siaga I, langsung dilakukan action sehingga dapat mencegah terjadinya korban,” ungkapnya. (Bng/jto)

Keterangan foto: Kepala BNPB, Syamsul Maarif. (Bng)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda