Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2014 Bukan Hanya Dikenang & Diperingati Apalagi Memporakporandakan melainkan Seluruh Warga Negara Indonesia Dapat Menjalankan Perjuangannya Secara Benar Nilai-Nilai Pancasila & Semua Kita Adalah Bersaudara ||

Propam Periksa Anggota Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Terkait Salah Tangkap

23 Feb 2012 // 20:54 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

SURABAYA (suarakawan.com) – Terkait adanya laporan salah tangkap oleh masyarakat dan terjadi penganiayaan terhadap Zen, karyawan depot “Bebek Mercon” Jl Kayun Surabaya. yang diduga sebagai jambret oleh petugas, kini empat anggota Polsek Tenggilis diperiksa propam Polrestabes Surabaya, mereka adalah Brigadir GS, Briptu KM, Briptu AF dan Briptu IK.

Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto, mereka diperiksa berdasarkan adanya laporan dari masyarakat.

Tri menjelaskan, kronologis terjadi penangkapan yakni, berawal para anggota Polsek Tenggilis mendapatkan Informasi dari masyarakat sering terjadinya tindak kejahatan penjambretan saat pasar pagi yang sering diadakan Tugu Pahlawan pada hari Minggu. Nah, pada tanggal 19 februari 2012 jam 09.30 Wib anggota Polsek Tenggilis bergerak kelokasi kejadian. Setelah sampai lokasi, anggota dikasih tahu masyarakat dan menangkap 4 orang di tempat terpisah.

Keempat pelaku yang diduga sebagai jambret oleh masyarakat tersebut yakni, berinisial AP, IR, BS dan Z. yang kemudian keempat orang yang diduga jambret tersebut diamankan di Polsek Tenggilis yang kemudian diperiksa.

“Saat itu Z yang membawa uang senilai 9 juta yang diduga hasil dari tindakan kejahatan tersebut oleh petugas dikembalikan lagi,” katanya, Kamis (23/02).

Dia mengatakan Z sekarang sudah kita lepas karena tidak terbukti menjambret dan kini Z yang melaporkan keempat anggota tersebut dan dia juga sudah berada di rumah dan sudah bekerja kembali.

“Kini masyarakat yang memberikan informasi juga diperksa. Pelapor sudah dimintai keterangan oleh Provos dan juga diperiksakan di dokter namun hasil rontsennya belum keluar,” demikian Tri Maryanto.

Jika dalam laporan tersebut anggotanya benar-benar bersalah. Maka keempatnya akan dihukum sesuai dengan kode etik yang berlaku di intitusi kepolisian. (Bs/jto)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda