Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Masjid Ummul Mu’minin Gelar Seminar Ragam Faham Keagamaan dalam Islam

31 Dec 2011 // 15:08 // HEADLINE, KERAGAMAN, KERUKUNAN

SURABAYA (suarakawan.com) – Yayasan Masjid Ummul Mu’minin di kawasan Barata Jaya Surabaya, menggelar Seminar Akhir Tahun Miladiyah yang mengangkat tema “Ragam Faham Keagamaan Dalam Islam”. Seminar ini diadakan sebagai upaya memberikan pencerahan kepada umat, atas adanya berbagai faham keagamaan dalam Islam yang seringkali masih menimbulkan pertentangan diantara umat Islam sendiri.

Nadjib Hamid selaku Ketua Dewan Pengurus Yayasan Masjid Ummul Mu’minin mengatakan, munculnya beberapa kejadian kekerasan dengan dalih agama beberapa waktu terakhir, memunculkan keprihatinan tersendiri atas terusiknya kedamaian hidup bermasyarakat di Indonesia.

“Seminar ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi umat Islam atas banyaknya faham yang berbeda di Islam,” terang Nadjib Hamid kepada peserta seminar yang hadir, Sabtu (31/12).

Pada seminar tentang Ragam Faham Keagamaan Dalam Islam menghadirkan pembicara Prof. Dr. Syafiq A. Mughni MA, guru besar IAIN Sunan Ampel, serta Dr. Biyanto, M.Ag, yang juga dosen di IAIN Sunan Ampel. Seminar ini dimoderatori oleh Nadjib Hamid S.Sos, M.Si.

Kasus konflik Sunni dan Syiah di Sampang Madura menjadi dasar digelarnya seminar ini, yang ingin memberikan pemahaman pada umat untuk mengerti mengenai perbedaan-perbedaan dalam faham Islam yang ada selama ini.

“Munculnya beraneka aliran dan faham di Islam pada awal mulanya dipengaruhi oleh situasi politik pada saat itu,” papar Syafiq Mughni.

Perbedaan faham dalam agama Islam lanjut Syafiq Mughni merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, namun harus dilihat hal-hal yang dapat mempertemukan perbedaan-perbedaan yang dimiliki. Banyaknya faham keagamaan dalam Islam seharusnya tidak perlu terlalu dipermasalahkan, karena sisi kemanusiaan dan nilai-nilai kebaikanlah yang seharusnya lebih dikedepankan.

“Diskusi agama dari sudut pandang theologi harus dikurangi, karena terkait keyakinan akan yang benar dan yang tidak. Pembicaraan harus lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan sosial,” ujar Biyanto, Dosen IAIN Sunan Ampel.

Nadjib Hamid yang juga Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur menambahkan, dialog dalam seminar kali ini diharapkan dapat menjadi pencerahan dan disebarkan pada kerabat dan keluarga, agar tidak ada lagi pemikiran yang sempit akan sebuah keyakinan.(PetrusR/jto)

 

 

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda