Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2014 Bukan Hanya Dikenang & Diperingati Apalagi Memporakporandakan melainkan Seluruh Warga Negara Indonesia Dapat Menjalankan Perjuangannya Secara Benar Nilai-Nilai Pancasila & Semua Kita Adalah Bersaudara ||

Tembang Kasmaran Ramaikan Pembukaan GSB 2011

29 Dec 2011 // 17:00 // GAYA HIDUP, SENI & BUDAYA

SURABAYA (suarakawan.com) – Gelar Seni Budaya (GSB) Daerah Jawa Timur 2011 akan dibuka malam ini, Kamis (29/12), di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) Surabaya. Sebagai pagelaran budaya yang lama ditunggu tunggu, GSB menjadi sarana unjuk kreasi seni budaya kabupaten/kota di Jawa Timur.

Malam ini pembukaan GSB 2011 juga akan diramaikan dengan penampilan seni pertujukan “Tembang Kasmaran”. Seni pertunjukan ini akan dibawakan oleh Kominparda (Komunikasi Informasi Pariwisata Daerah) Kota Blitar.

Tembang Kasmaran sendiri merupakan cerita yang bersumber pada kisah antara panji Asmarabangun dan Sekartaji galuh Candrakirana. Ceritanya rumit, penuh romatika dan peristiwa yang akhirnya menyatukan mereka kembali.

Dengan kekuatan cinta yang tulus akhirnya mampu menyatukan mereka walaupun beribu halangan menghadang. Peristiwa pengusiran Sekartaji oleh ibu tirinya, Dewi Kaliku, justru membuat sang putri semakin dewasa dan mampu menempuh kejamnya kehidupan.

Resi Curiganata selalu menjadi penolong bagi mereka. Dengan penyamaran Sekartaji menjadi Panji Semirang, akhirnya membuka jalan bagi Panji Asmarabangun untuk menggugat perbuatan keji Dewi Kaliku. Bukti dan saksi yang kuat memaksa Prabu Lembuwerdhadhu untuk mengusir Dewi Kaliku dan Galuh Ajeng dari istana Kedhiri.

Tembang Kasmaran hanya satu dari beragam seni pertunjukan yang akan disuguhkan mulai tanggal 29 – 31 Desember 2011 mendatang. “Pagelaran ini bertujuan untuk menarik minat berbagai kalangan untuk mengetahui potensi seni budaya daerah dan kabupaten,” jelas Sukatno, Kepala Taman Budaya Jawa Timur (TBJT). (din/jto)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda