Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || 21 April 2014 Merupakan Hari Kartini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.||

Tahun 2011, Angka Perceraian di Jatim Tinggi

05 Dec 2011 // 14:41 // HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

SURABAYA (suarakawan.com) – Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui angka perceraian di Jatim masih sangat tinggi. Namun, dibanding tahun 2010, angka perceraian tahun 2011 mengalami penurunan.

“Kalau tingkat nasional angka percerian 10 persen. Di Jatim jauh lebih tinggi lagi. Diatas 10 persen dari jumlah pasangan yang menikah,” kata Gus Ipul saat melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Agama Surabaya, Syamsul Falah di ruang pertemuan PT Agama Surabaya, Senin (05/12).

Berdasar data di Pengadilan Agama, tahun 2010, angka perceraian di Jatim mencapai 65 ribu dari 380 ribu pasangan yang menikah. Tahun 2011, angka perceraian sebanyak 61.340 dari jumlah 74.858 perkara yang masuk sampai Oktober 2011.

Gus Ipul mengaku prihatin dengan tingginya angka perceraian di Jatim. Sebab, perceraian bukan semata-mata urusan rumah tangga, tapi juga publik. Kalau terus terjadi perceraian masa depan anak-anaknya akan terbengkalai.

“Kalau dulu perceraian banyak terjadi di kalangan selebritis. Sekarang, sudah tidak lagi. Sudah menjalar ke rumah tangga. Bahkan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) banyak yang cerai. Konfliknya bermacam-macam, seperti utang piutang, KDRT dan poligami,” ujarnya.

Namun, Gus Ipul mengaku sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab tingginya perceraian di Jatim. “Kalau tahu penyebabnya, pemerintah akan melakukan gerakan-gerakan untuk mencegah perceraian. Ini perlu diskusi yang mendalam,” paparnya. (Bng/jto)

Keterangan foto: Gus Ipul berdialog dengan Syamsul Falah (kiri) terkait tingginya angka perceraian di Jatim. (Bng)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda