Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Tekan Laka Lantas, Polda Gelar Operasi Simpatik

31 May 2011 // 09:50 // HUKUM & KRIMINALITAS

Wakapolda menyematkan simbol operasi simpatik kepada anggota (wis)

SURABAYA(Suarakawan) РJajaran Polda jatim mulai hari ini hingga tiga minggu kedepan menggelar Operasi Simpatik 2011. Operasi  Simpatik dibuka secara resmi dengan gelar pasukan yang diikuti 870 personel Satuan Lalu Lintas, resere kriminal dan unsur lainnya mengikuti gelar pasukan Operasi Simpatik Semeru 2011 di halaman Mapolda Jatim Jln A Yani Surabaya.

Selain pasukan, gelar pasukan itu juga menurunkan kendaraan taktis (rantis) mobil Pam Obvit, kendaraan roda empat dan rantis lainnya.Gelar pasukan yang dipimpin Wakapolda Jatim Brigjen Bambang Wahjono dan komandan pasukan AKBP Valentino Tatareda, Selasa (31/5/2011).

“Operasi simpatik semeru ini bertujuan untuk menekan kecelakaan lalu lintas dan menertibkan masyarakat dalam berlalulintas,” kata wakapolda.

Bambang menambahkan  operasi simpatik ini juga digelar di seluruh Indonesia. Khusus di jajaran Polda Jatim sebanyak 4.583 personel dari seluruh unsur kepolisian.

Mereka akan bertugas memberikan pendidikan lalu lintas bagi pengguna kendaraan maupun pengguna jalan. Namun, operasi yang mengedepankan senyum sapa salam ini, polisi akan melakukan tindak penegakkan hukum bagi yang membahayakan pengendara atau orang lain.

“Seluruh jajaran operasi fokus memperingatkan pengguna lalu lintas jalan, memberikan edukasi kepada mereka, namun ada hal yang perlu tindakan penegakan hukum perlu. Kalau sudah membahayakan apalagi sudah terjadi pelanggaran tentunya melakukan tindakan hukum,” tuturnya.

Menurutnya, dalam empat bulan terakhir ini, jumlah kecelakaan lalu lintas cukup besar. Diharapkan, dalam operasi yang berlangsung selama 21 hari mulai 1 -21 Juni 2011, dapat menekan angka laka lantas.

“Apa yang diamanatkan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tetang lalu lintas angkutan jalan, wajib hukum upaya untuk mengurangi kecelakaan termasuk dalam rangka menertibkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas di Jawa Timur,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, meski operasi simpatik dengan sasaran pengguna kendaraan maupun pengguna jalan, petugas operasi simpatik juga melakukan tindakan tegas bagi pelaku tindak kriminal.

“Operasi ini fokus keamanan kelancaran ketertiban lalu lintas. Namun sebagai anggota Polri, melihat kriminal di jalan harus menindak. Bukan polisi lalu lintas tidak bisa mengungkap pelaku pencurian atau apapun yang terjadi dalam menjalankan tugas, namun operasi ini fokus lalu lintas dengan mengedepankan preventif,humanisme dan tidak arogan,” jelas Brigjen Pol Bambang Wahjono. (wis/nas)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda