Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September 2014 Awal Tonggak Sejarah Informasi yang Cepat & Kawah Candra Dimuka Pentingnya Informasi & Berita Secara Terus Menerus yang Sangat Berarti Buat Rakyat & Negara Indonesia dalam Membangun Ilmu Pengetahuan, Wawasan serta Kecerdasan Bangsa." ||

Panen Raya, Harga Cabe Menurun

10 May 2011 // 11:20 // EKONOMI

SURABAYA-Pantauan di pasar Tradisional Pabean Cantikan Surabaya, harga cabe menurun drastis hingga 75 persen jika dibandingkan bulan bulan sebelumnya. Seperti pada bulan Januari lalu harga cabe rawit tembus hingga Rp 100.000. Namun kini sejak memasuki bulan Mei harga cabe menurun. Saat ini harga seharga Rp 20.000 per kilo gramnya.

Menurut, Sulkan, salah satu pedagang cabe di Pasar Pabean Surabaya, harga cabe rawit menurun bertahap dari angka Rp 60 ribu, kemudian Rp 50 ribu. lantas trurun lagi menjadi Rp 20 ribu.

“Jadi turunnya itu nggak langsung, Mas. Satu bulan turun, satu bulan lagi baru turun.” terang Sulkan, Selasa (10/05).

Tidak hanya cabe rawit. Menurut Sulkan, Cabe merah keriting kini harganya hanya Rp 7000 per kilogramnya. Padahal Minggu kemarin masih Rp 30.000.

Sulkan juga menambahkan, turunnya harga cabe karena pada bulan bulan ini petani cabe memasuki panen raya, sehingga stok di pasaran melimpah apalagi tidak ada gangguan cuaca buruk.

Diketahui, stok cabe di Pasar Pabean kebanyakan cabe lokal dari Madura dan Brebes Jawa Tengah. Selain itu ada juga cabe import dari Cina yang harganya selisih 1000 rupiah lebih mahal dari cabe lokal.

Sementara itu dari pantuan yang ada, untuk harga bawang merah di Pasar Pabean justru mengalami kenaikan tipis. Untuk bawang merah lokal naik dari Rp 9000 naik menjadi  Rp 11.000 per kilonya.
Sedangkan bawang merah import harganya dari Rp 10.000 menjadi Rp 11.000 perkilonya, dan kondisi stok bawang merah sendiri masih stabil.

“Cuma bawang merah lokal itu lebih laris ketimbang yang import, Mas. Ya katanya sih rasanya lebih terasa.” lanjut Sulkan.(bs/nas)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda