Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

2.600 Peserta Pecinta Burung Ikuti Piala Pakde Karwo

22 Oct 2017 // 14:57 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

IMG-20171022-WA0001

SURABAYA (suarakawan.com) – Sebanyak 2.600 peserta mengikuti Lomba Burung berkicau Piala Gubernur Jatim, Pakde Karwo Cup ke VII di halaman Universitas Ubaya Surabaya, Minggu (22/10). Pembukaan lomba burung Berkicau Piala Pak de Karwo ini resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jatim, Fatah Jasin, Ketua Pelestari Burung Indonesia (PBI) Jatim, Herry Sugiono, Pembina PBI Brigjen (purn) W.S. Soeprojo.

Ketua PBI Jatim, Herry Sugiono mengatakan kegiatan lomba Burung berkicau pak de Karwo Cup ke VII merupakan rangkaian dari hari Jadi atau ulang tahun provinsi Jatim ke 72 Tahun. Dan untuk peserta ini Pak de Karwo Cup ke VII diikuti oleh 2.600 peserta.

“Peserta yang ikut lomba Berkicau Pak de Karwo cup ke VII yaitu dari Samarinda, Ujung Pandang, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Bogor, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Malang, dan Balikpapan,” ujar Herry Sugiono yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim

Terkait kelas yang diperlombakan dalam burung berkicau ini, ia mengatakan untuk lomba burung berkicau piala Gubernur Jatim ke VII ini dilombakan dalam 49 kelas diantaranya kelas Grahadi dilombakan untuk jenis Burung Punglor Merah, Cucak Hijau A, Cucak Hijau B, Cendet, Kenari, Black Throay/Elde Sanger Blacken/ Blacksang, Pai Ling/ Sanma/ Sonca, Love Bird, Cucak Jenggot/Kapas Tembak dengan tiket Rp. 150 ribu. Kategori terakhir adalah kelas Special Ring untuk jenis Burung Punglor Kembang Ring, Cucak Rowo Ring, Murai Batu Ring, dan Kacer Ring dengan tiket sebesar Rp. 100 ribu.

Kelas Pakde Karwo untuk jenis Burung Punglor Merah A dan Punglor Merah B dengan tiket sebesar Rp. 600 ribu, kelas Hari Jadi Provinsi untuk jenis Burung Punglor Merah, Cucak Hijau, Kacer, Murai Batu, Cendet, Love Bird. Untuk total Hadiah ini piala Pak de Karwo ke VII, yaitu untuk kelas Pakde Karwo diberikan kepada Juara I sebesar Rp. 15 juta, Juara II sebesar Rp. 10 juta, Juara III sebesar Rp. 7 juta, Juara IV sebesar Rp. 3 juta, Juara V sebesar Rp. 2 juta.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jatim, Fattah Jasin yang mewakili Gubernur Jatim Soekarwo dalam pembukaan Lomba Burung Berkicau Piala Pak de Karwo, mengatakan Gubernur Jatim mengapresiasi positif dengan kegiatan lomba burung berkicau Pak de karwo CUp yang ke VII ini yang diadakan oleh PBI Jatim.

“Dalam amanat Pak Gubernur bahwa pelestarian burung di Jatim agar terus ditingkatkan, karena lomba burung berkicau dapat meningkatkan perekonomian kerayatan dan juga mendongkrak kunjungan Pariwisata di Jatim,” ujarnya.

Fatah Jasin yang juga mantan Kepala Bapeda Jatim ini, menyampaikan munculnya kegiatan-kegiatan penangkaran burung berkicau. Jika fenomena tersebut dikelola dengan baik, maka bisa menguntungkan secara ekonomis, meningkatkan pendapatan masyarakat, bahkan sangat prospektif sebagai ajang bisnis.

Oleh Karena itu, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat pencinta burung berkicau agar ikut mengawal dan meningkatkan kegiatan penangkaran burung. Ini disebabkan karena di beberapa daerah misalkan saja di Medan, untuk Burung Murai Batu sudah langka, demikian pula Burung Jalak di Bali, termasuk yang ada di sekitar kita seperti Burung Gereja dan Burung prenjak sudah jarang ditemui.

Menurutnya, lomba burung berkicau ini merupakan salah satu wujud nyata partisipasi masyarakat dalam rangka memberikan makna pada aspek pelestarian lingkungan dan sumber daya hayati.

“Lomba burung berkicau tidak hanya melestarikan penangkaran dan budi daya burung berkicau, tetapi juga mampu memberikan motivasi dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya melestarikan khususnya burung berkicau agar tidak punah,” tegasnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini