Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

16.056 Pulau RI Sudah Dibakukan dan Dilaporkan ke PBB

10 Oct 2017 // 11:43 // HEADLINE, NASIONAL, PERISTIWA

pulau semakau

JAKARTA (suarakawan.com) – Pembakuan nama rupabumi pulau telah dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) bersama pihak terkait. Hal ini dinilai bentuk lain prestasi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Direktur Jenderal (Dirjen) Adwil, Eko Subowo menjelaskan, terdapat 2.590 pulau yang memiliki nama, disampaikan dalam sidang United Nations Conference on the Standardization of Geographical Names (UNCSGN) ke-11 di New York, Amerika Serikat pada 2017.

Selanjutnya, total jumlah pulau di seluruh wilayah Indonesia yang dibakukan dan dilaporkan ke PBB sampai dengan bulan Agustus 2017 sebanyak 16.056 pulau.

“Pulau-pulau ini perlu disampaikan ke PBB untuk menutup peluang orang asing memberi nama pulau yang ada di wilayah NKRI,” kata Eko dalam Konferensi Pers “Capaian 3 Tahun kinerja Jokowi-JK dari perspektif Bina Pemerintahan Desa dan Bina Administrasi Kewilayahan” di Ruang Pers Kemdagri, Jakarta, Senin (9/10).

Dia menuturkan, pemberian nama dilaksanakan dengan prosedur tertentu. Misalnya, dari masyarakat yang menyebut nama pulau. Pemerintah lantas melakukan survei.

“Ada tim yang libatkan camat, dan para tokoh masyarakat di sekitar pulau tersebut. Setelah disepakati, baru kita standarkan namannya, begitu juga sejarah serta arti nama tersebut,” tuturnya.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini