Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

14.000 Personel Gabungan Amankan Sidang Vonis Ahok

09 May 2017 // 06:08 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

Ahok-121

JAKARTA (suarakawan.com) – Sekitar 12.000 sampai 14.000 personel gabungan Polri dan TNI dikerahkan untuk mengawal pengamanan sidang vonis kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/5).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, polisi telah melakukan persiapan pengamanan untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa terkait sidang kasus dugaan penodaan agama, di Kementerian Pertanian (Kemtan).

“Hari ini (kemarin,red) kita persiapan untuk pengamanan besok (hari ini,red). Jadi kita sampaikan kepada personel yang memang disiapkan untuk pengamanan, mereka nanti akan ditentukan posisinya ada di mana, kemudian perbuatan apa sesuai tugas masing-masing,” ujar Rikwanto, di Kemtan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dikatakannya, sebanyak 14.000 personel disiapkan untuk melakukan pengamanan dan mengantisipasi terjadinya pelanggaran hukum. Pengamanan bukan hanya di sekitar sidang, tapi juga di tempat lain, seperti persimpangan, keramaian, pasar dan lainnya.

“Kita tidak boleh lengah, bisa saja membuat kerusuhan di tempat-tempat tertentu yang jauh dari objek pengamanan itu sendiri. Jadi banyaknya itu memang karena berbagai hal yang kita amankan. Belasan ribu itu termasuk dengan TNI kita libatkan juga. Jadi kita sudah setting pengamanan semuanya, sekeliling gedung sidang, yang di jalan-jalan keluar dan masuk masyarakat, termasuk pengunjuk rasa,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, sudah ada pemberitahuan aksi unjuk rasa dari kedua kubu pro dan kontra. “Silakan undang-undang tidak melarang, tapi memang jangan dekat. Karena memang sidang itu tidak boleh terintimidasi atau pun terpengaruh,” katanya.

Menurutnya, jumlah massa belum bisa dipastikan. “Jumlahnya ribuan. Jumlah pasti tidak ada. Kita lihat besok saja, karena klaim itu bisa banyak dan bisa juga sedikit datangnya nanti. Tapi kita tidak under estimate, berapa pun yang datang kita siap mengantisipasi jangan sampai mengganggu jalannya sidang,” kata dia.

Ia menambahkan, pengunjung di dalam sidang juga dibatasi jumlahnya sesuai kapasitas ruangan. “Tentunya kalau pengunjung sesuai kapasitas di ruang sidang. Berapa kapasitasnya itu yang diperbolehkan,” kata dia.

Dia mengatakan, mengingat besok pembacaan keputusan hakim, maka apa pun keputusannya merupakan independensi hakim. “Tidak ada kepentingan dari pihak pengamanan, dan pihak-pihak lainnya, hanya kepentingan daripada sidang itu sendiri,” tegasnya.

Rikwanto menuturkan, polisi juga melakukan sterilisasi di ruang sidang, termasuk pemeriksaan pengunjung yang akan masuk. “Jangan sampai ada niat tertentu dengan membawa barang berbahaya, itu juga tidak boleh dibawa ke ruang sidang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim juga mendapatkan pengawalan melekat. “Itu sudah ada, melekat. Jadi kita harapkan beliau-beliau yang mengawaki sidang ini, majelis hakim dan yang lainnya, itu tidak ada masalah mengambil keputusan tersebut,” tandasnya. (bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini