Tanggul Porong Jadi Saksi “Suara Kita Suara Hening”

Hans Suta Wijaya Bersama Dengan Warga Korban Lumpur Lapindo

SIDOARJO (suarakawan.com)Launching buku “suara kita suara hening” tulisan Hans Suta Widya, seorang Jurnalis Jakarta yang dilaksanakan di tanggul lumpur Lapindo Porong, Sidoarjo, disaksikan ratusan warga korban  dampak lumpur Lapindo.

Menurut Hans (panggilan akrabnya), Porong adalah potret ketidakseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan rakyatnya.

“Masyarakat porong adalah potret buram permasalahan bangsa akibat ulah kapitalis yang tidak sejalan dengan Pancasila, makanya saatnya revolusi dimulai di Porong,” kata Hans, kepada suarakawan.com, Rabu Pagi (22/06).

Seperti yang dituturkan, Bu Nur, Warga Siring yang rumahnya tenggelam akibat lumpur Lapindo, dengan dikeluarkan buku karya Hans Suta ini, dirinya ber harap pemerintah sudi mendengar jeritan rakyatnya yang semakin tertindas ini.

“Semoga Pak SBY mendengar jeritan kami dan buku ini menggambarkan jeritan kami selama ini,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Zulfy Azwan, Aktifis, mengatakan nafas Pancasila dan UUD 1945 asli adalah sendi-sendi dari “Revolusi” saat ini. Dan buku Hans tersebut menggambarkan  kritikan terhadap rezim penguasa saat ini.

“Kita harus mulai “Revolusi” agar negeri ini dapat berdiri tegak kembali,” kata Zulfi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hans Suta Wijaya (47), penulis Buku “Suara Kita Suara Hening” yang rencananya akan dilaunching pada Rabu pagi (22/06) ini di tanggul Lumpur Lapindo tepatnya di Desa Siring, Porong, Sidoarjo. Dan mengambil tema “Revolusi Dimulai di Porong”.(Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tanggul Porong Jadi Saksi “Suara Kita Suara Hening”"