10 Anggota FPI Di Medaeng-kan

Tidak ada komentar 28 views

SURABAYA (suarakawan.com)-Setelah disidik di Polda Jatim, 10 pelaku kerusuhan Front Pembela Islam vs warga Lamongan usai bermain playstation dilimpahkan ke Kejati Jatim dan dibawa ke Kejari Surabaya. Mereka akan mendekam di Rutan Klas I Medaeng dan menjalani persidangan di PN Surabaya.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim, Muljono menguraikan, pihaknya memang menerima pelimpahan tersangka kasus bentrok di Lamongan itu. Meski kasus ini terjadi di Lamongan, namun persidangan dilakukan di Surabaya. “Ini memang ada fakwa dari Mahkamah Agung (MA), dimana untuk keamanan, maka persidangan dipindah ke Surabaya,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (11/10/2013).

Diuraikan, begitu para tersangka diperiksa di Kejati Jatim, mereka kemudian dibawa ke Kejari Surabaya untuk menjalani proses administrasi. Begitu selesai pada Jumat sore, para tersangka langsung dibawa ke Rutan Medaeng. “Begitu semua dakwaan selesai, maka mereka dilimpahkan ke PN Surabaya. Setelah itu, mereka akan disidang disana,” tegasnya.

Untuk diketahui, kronologis bentrok anggota FPI Lamongan di Dusun Dengok, Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan, Senin, (12/8) lalu itu dipicu oleh penganiayaan yang dilakukan anggota FPI pada 8 Agustus 2013 lalu.

Saat itu, Zaenuri alias Zen, Viki dan Gondok yang merupakan anggota FPI menganiaya Zaenul Efendi, Agus Langgeng, dan Sampurno di rental play station milik Eko di Gow, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran.

Metiga korban mengalami luka bacok dan lebam-lebam akibat tendangan di tubuh mereka. Polres Lamongan kemudian menetapkan Zen, Viki, dan Gondok sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 170 KUHP.

Tak sampai disitu, kerusuhan berlanjut saat seorang warga Blimbing, Paciran, bernama Raden, 35 tahun, bersama 20 orang rekannya melakukan aksi pembalasan. Mereka mencari Zen. Karena tidak bertemu, mereka pun menganiaya Riyan, 20 tahun, dan istri Zen, Sundari, 30 tahun. Akibatnya, Sundari terluka di tangan kiri karena luka bacok dan Riyan mengalami luka bacok di kepala.

Dari kejadian itu, polisi mengamankan dua orang, yaitu Raden, yang belakangan diketahui bernama Slamet Badiono, dan Said, 16 tahun.

Peristiwa di rumah Zen memancing emosi kelompok FPI yang dipimpin Umar Faruk. Dia bersama 42 orang anggota lainnya pada Senin, 12 Agustus 2013 pukul 01.00 WIB mencari penganiaya Sundari dengan menuju rumah Muklis di Dusun Denhok, Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran.

Para pelaku merusak kaca rumah, TV, dan enam sepeda motor dirusak, Selanjutnya, para pelaku bergeser ke Jalan Daendels, Paciran, tepatnya di depan dealer Suzuki. Di sana mereka melakukan sweeping dan menganiaya dengan membacok Hamzah Soleh, 18 tahun. Punggung korban mengalami luka bacok, bahkan telinga kirinya juga terluka hingga hampir putus.

Selain itu, dua unit sepeda motor terbakar. Polisi menyita sejumlah barang bukti yang dibawa pelaku, di antaranya sembilan pedang samurai, 10 parang, empat celurit, empat sangkut, delapan pisau, sebuah bethel, dua besi batangan, lima batang balok kayu, sebuah pipa plastik, dan empat badik.

Sedangkan di lokasi kejadian, polisi mendapati barang bukti berupa enam unit sepeda motor yang rusak dan dua unit sepeda motor terbakar. (sk/era)

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "10 Anggota FPI Di Medaeng-kan"